Beli Milk Warmer Murah
Dengan hadirnya adik bayi 2 bulan lalu, Kania namanya, maka pekerjaan breast feeding dimulai lagi. Terakhir melakukan breast feeding udah 5 thn yang lalu. Dan ternyata menjelang usia saya yang hampir 40 thn, masih ada tugas breast feeding lagi. Yeah ngga papa. Asalkan anakku jangan ada yang diminta balik lagi Sama Yang Punya Hidup.
Istri sudah membekali diri dengan battery powered breast pump. Merk Medela. Jadi dalam sehari, istri bisa sedot ASI di kantor dapet dua botol. Nah sekarang yang dibutuhkan adalah milk warmer, ASI warmer atau apalah namanya. Pokoknya ASI yang disimpan di cool cage (kulkas) dan dalam keadaan dingin, kudu dijaga suhunya supaya kita ngga repot ngangetin. Dan kemarin sudah datang satu milk warmer dari beli online ke sebuah toko di jakarta. Seharga 85 rb (belum ongkir)
Setelah saya perhatikan manualnya, ternyata cara kerja milk warmer ini dikendalikan oleh pelat-pelat logam mekanis untuk menyalakan/mematikan elemen pemanasnya. Boleh dibilang persis lah dengan setrikaan. Sehingga karena terlalu sederhana (dan mungkin murah) berakibat respon histeresys pelat tadi terlalu jauh. Sehingga suhu air menjadi amat susah untuk bisa disebut konstan. Ketika warmer aktif, maka elemen pemanas akan padam pada suhu yang agak ketinggian. Lalu elemen pemanas akan padam. Nah saat air sudah terlalu dingin itulah elemen pemanas akan dinyalakan lagi. Dan spasi suhunya terlalu jauh sehingga air pemanas menjadi sulit stabil.
Untuk itu, kalo anda ada yang membutuhkan milk warmer, coba (kalo ada rejekinya) cari yang digital controlled aja. Pasti bisa lebih stabil dan bahkan mungkin saja respon histeresys nya bisa kita atur sendiri.


